Monday, 2 July 2012

Kekuatan Dalam Lirik Lagu

Hal yang paling mudah diingat dari sebuah lagu adalah pada bagian nadanya, sedangkan pada bagian liriknya sedikit sekali orang yang langsung hapal. Tidak percaya? Coba anda ingat kembali, pernahkah anda mendengar suatu lagu baru kemudian untuk kedua kalinya anda mendengar lagi, tentu nadanya masih ingat kan? Bagaimana dengan liriknya? Ya, sedikit bahkan tidak ingat sama sekali. Itulah yang menjadi kekuatan utama sebuah lagu, nada. Tentunya sampai kapan pun kekuatan dari sebuah lagu itu akan tetap berada pada nada-nadanya. Tapi, bukan berarti lirik dapat kita abaikan saat menciptakan sebuah lagu.


Manusia memiliki dua bagian otak, otak kiri dan otak kanan.  Memang apa hubungannya dengan membuat lagu? Hubungannya baik-baik saja. Jadi begini, sebuah riset menghasilkan yang menjelaskan bahwa otak kanan lebih mudah ingat pada hal-hal yang abstrak, musik, tidak teratur, pokoknya kreatif dan inovatif lah. Sedangkan otak kiri lebih pada hal yang konkret, kata-kata, sistematik dst... Tidak perlu panjang lebar membahas otak, tapi lihat pada kata-kata yang saya garis bawahi. Kedua kata itu menjadi unsur utama dalam menciptakan sebuah lagu, tentu lagu dengan vokal bukan musik instrumen. Untuk membuat sebuah lagu yang baik, menurut saya perlu adanya upaya khusus seorang pencipta lagu dalam menyeimbangkan keindahan sebuah lagu menurut kedua bagian otak manusia itu. Sebuah lagu dikatakan indah menurut otak kanan artinya lagu itu memiliki nada, tempo, dan melodi yang senang bila didengarkan. Sedangkan menurut otak kiri, sebuah lagu dikatan indah bila memiliki kata-kata (lirik) yang puitis, rimanya bagus, mudah dihapal dan dipahami.

Di dunia ini tidak semua penikmat musik benar-benar peka terhadap nada, walhasil mereka justru lebih peka dengan lirik dan pesan dari lagu itu. Tentu kita harus memperhatikan mereka yang lebih mengutamakan isi dan materi dari sebuah lagu. Kalau saya renungkan, akhir-akhir ini banyak band dan penyanyi yang ngeTOP dalam waktu yang singkat saja, terlepas dari artis dadakan lulusan youtube. Menurut ulasan tulisan saya ini, tidak ada keseimbangan dalam materi lagu untuk kepuasan otak kanan dan otak kiri pendengar. Nadanya memang enak untuk didengar, tapi liriknya. Lirik yang seperti sedang mengobrol, tanpa kiasan, tidak menantang bagi pendengar karena pendengar langsung diberikan initi dari lagunya. Lirik banyak yang bolak balik, itu tentu membosankan untuk otak kiri kita. Coba anda bayangkan kalau lagu sang Raja Dangdut Rhoma Irama kata-kata (lirik)nya seperti lagu sekarang. Tentu mudah digerus oleh lagu dangdut yang lebih baru, tapi berhubung materi lagunya memang langka dan disampaikan dalam bahasa yang menantang untuk dipahami jadinya selalu diterima di setiap generasi.

Intinya, saya ingin sampaikan unsur lirik merupakan unsur yang penting dalam sebuah lagu. Jangan sampai asal-asalan dalam membuat sebuah lirik, tapi biarkan kata-kata unik itu muncul dalam lirik yang akan dibuat, jangan takut tidak bisa dipahami toh nanti juga kan bisa dirasakan sesuai atau tidaknya kata yang kita masukkan itu.
Jadi, masihkah kita menganggap bahwa lagu itu bagus hanya kalau enak didengar tanpa dimaknai?

No comments:

Post a Comment

Sampaikan komentar anda! Kritik dan saran yang membangun sangat kami nantikan demi perbaikan layanan Lagubagusku.com.