Tak sedikit anak muda yang mengeluhkan keadaan. Saya salut dengan sebuah grup band yang ternyata semangat sekali berkarya walaupun serba keterbatasan bila dilihat dari keadaan fisik dan pesak (Bahasa Sunda: Saku) nya. Mereka berjuang mengumpulkan dana hanya untuk berkarya dalam bidang yang disukainya, musik. Istilahnya, kerja dulu baru latihan, lebih jelasnya kerja serabutan dulu baru ada uang buat latihan. Nah, selanjutnya di postingan ini saya sampaikan melalui beberapa pertanyaan yang mengguggah. Lanjut baca aja dan jawab pertanyaannya dengan hati. :-)
Mana yang lebih anda segani, orang yang sukses dengan keterbatasan atau orang yang sukses dengan ketersediaan? Kalau saya, pasti lebih segan dan kagum dengan mereka yang sukses dengan keterbatasan, alasannya jelas "Dengan keadaan terbatas saja sudah berani berkarya dan bisa sukses, apalagi kalau tidak mengalami keterbatasan", tanpa mengesampingkan mereka yang sukses dengan ketersediaan, karena sesungguhnya masih banyak mereka yang memiliki kesempatan, memiliki fasilitas, memiliki kemampuan tapi tidak tergerak sedikit pun untuk berkarya nyata yang lebih baik.
Mana yang anda pilih, seorang preman yang menjadi ustadz atau seorang ustadz yang jadi preman? (pertanyaan yang kedua ini memang aneh, tapi pilih aja karena di dunia ini tak ada yang tak mungkin bila Allah sudah berkehendak). Pilih mana? Bagus, sama dengan pilihan saya. Intinya semua orang termasuk anda dan saya menginginkan khusnul khatimah, akhir yang indah, happy ending. Sampai titik "." sebelum kalimat ini saya jadi teringat dengan kutipan dari buku mas Ippho (mas Ippho lagi.. hehe) yang juga mengutip ucapan seorang ahli (lupa lagi namanya) yang menyatakan bahwa "Kalau anda terlahir dalam keadaan miskin itu bukan salah anda, tetapi kalau anda meninggal dalam keadaan miskin itu salah anda".
Hal-hal menyenangkan maupun menyedihkan yang terjadi saat ini bukanlah hal yang terakhir. Hari ini anda bahagia, belum tentu saat anda meninggal, mungkin orang justru akan tertawa dan gembira dengan kepergian anda. Atau, hari ini anda berduka, sedih dan tak berdaya dan orang menertawakan anda, tapi belum tentu saat anda meninggal, mungkin akan banyak orang yang menangisi kepergian anda. Untuk itu selama masih mampu, teruslah berjuang selama masih mampu, kalau pun sudah tak kuat lagi berjuanglah dengan do'a, jangan melambaikan tangan seperti di Uka Uka. Hhehe...
Lanjut ke pertanyaan berikutnya. Pilih kalah di perebutan juara grup tapi menang di final atau pilih menang di juara grup tapi gagal di final? Apa jawabannya? Ya, masih sama dengan pilihan saya. Tujuan pertandingan itu sampai final, kalau dalam dalam hidup pertanyaannya kenapa kita harus bangga dengan yang kita miliki saat ini saja. Bukankah perjalanan masih panjang? :-)
Yah, itulah hidup. Sebuah tempat persinggahan sementara. Jangan takut untuk gagal, tapi takutlah untuk gagal mencoba. Jadi, cobalah untuk berkarya berkarya dan berkarya.
Semangat Berkarya!
No comments:
Post a Comment
Sampaikan komentar anda! Kritik dan saran yang membangun sangat kami nantikan demi perbaikan layanan Lagubagusku.com.